Cara Aman Memfotokopi e-KTP

0

e ktpArtikel tentang tips dan cara aman memfotokopi e-KTP atau menggandakan e-KTP tanpa merusak fisik dan chip e-KTP. Sebagaimana telah dilaksanakan program e-KTP secara nasional beberapa waktu lalu, maka untuk saat ini KTP yang dimiliki oleh WNI adalah e-KTP (KTP elektronik). Banyak keunggulan atau kelebihan yang bisa diperoleh dengan adanya e-KTP dibanding KTP model lama. Diantaranya : e-KTP merupakan produk teknologi yang canggih, e-KTP merekam sidik jari sebagai autentikasi yang unik, e-KTP sebagai identitas jati diri tunggal, e-KTP tidak dapat dipalsukan, dan e-KTP dapat dipakai sebagai kartu suara dalam Pemilu atau Pilkada (E-voting). Meskipun demikian, e-KTP juga masih memiliki kelemahan dalam hal hasil cetaknya, yaitu masih ditemukan tanda tangan yang tidak tampil di beberapa e-KTP, e-KTP tidak bisa difotokopi atau digandakan lebih dari sekali. Mengapa e-KTP tidak boleh digandakan atau difotokopi berulang-ulang?

Karena jika dilakukan fotocopy berulang-ulang maka “chip” sebagai penyimpan data di e-KTP akan rusak, sehingga tidak bisa dibaca oleh komputer. Chip e-KTP juga akan rusak jika dipres atau didostabler, karena sinar mesin fotocopy akan merusak nomor induk kependudukan (NIK). Untuk itu, e-KTP cukup difotocopy satu kali, dan sebagai solusinya jika ingin memperbanyak, fotocopy pertama itu yang digunakan untuk keperluan lainnya. Pelarangan memfotokopi e-KTP lebih dari sekali ini telah diatur dalam Surat Edaran Mendagri Nomor 471.13/1826/SJ. Isi dari Surat Edaran Mendagri tentang pelarangan fotokopi e-KTP silahkan Anda baca disini. Surat Edaran Mendagri tentang pelarangan fotokopi e-KTP ini ditujukan kepada lembaga keuangan, BUMN, gubernur, bupati, kepala LPNK, kapolri, para pimpinan bank, instansi lainnya dan masyarakat. Sementara itu, sebagai pengganti e-KTP jika ada keperluan lain pada saat mengurus berbagai syarat yang dibutuhkan, cukup dengan dicatat NIK dan nama lengkap saja, tidak perlu difotocopy. Selain itu, lembaga atau badan usaha diharuskan menyiapkan “card reader” untuk membaca data e-KTP.

Sosialisasi dari Surat Edaran Mendagri No. 471.13/1826/SJ tentang pelarangan fotokopi e-KTP ini harus terus ditingkatkan dan disebarluaskan ke seluruh lapisan masyarakat, baik di lembaga pemerintah, non-pemerintah, kampus, perusahaan, dan sebagainya sampai kepada masyarakat di pelosok desa, agar tidak terjadi kebingungan pada masyarakat dan tidak terjadi kesalahan ketika dihadapkan dengan urusan prosedur dan birokrasi yang mensyaratkan fotokopi KTP. Karena tidak menutup kemungkinan saat ini telah banyak yang terlanjur melakukan fotocopy e-KTP secara berulang-ulang, karena faktor ketidaktahuan baik oleh pemilik e-KTP, tukang fotocopy, maupun pihak yang mensyaratkan fotocopy KTP. Dari kebijakan tentang pelarangan fotocopy e-KTP ini, berikut ini ada beberapa tips atau cara aman memfotokopi e-KTP atau cara aman menggandakan e-KTP tanpa harus merusak chip dan fisik e-KTP.

Beberapa tips atau cara aman untuk memfotokopi e-KTP tanpa merusak chip e-KTP adalah :
1. jiika e-KTP belum pernah difotocopy maka lakukan fotocopy e-KTP sekali saja dengan jumlah yang banyak (misalnya 100 lembar), atau di-fotocopy beberapa lembar saja kemudian hasil fotokopi e-KTP inilah yang untuk selanjutnya dipakai terus untuk difotokopi lagi, sehingga Anda tidak perlu memfotokopi e-KTP yang asli.
2. jika e-KTP sudah pernah sekali difotocopy maka jangan lakukan fotokopi lagi, tapi gunakan hasil fotokopi-an e-KTP yang masih ada untuk difotokopi lagi
3. jika e-KTP sudah pernah sekali difotokopi dan Anda tidak punya lagi hasil fotokopi-nya, maka cara yang harus dilakukan adalah :
– foto e-KTP sisi depan dan sisi belakang menggunakan kamera atau ponsel, lalu hasil foto e-KTP tersebut diprint atau dicetak, kemudian hasil cetak dari e-KTP itulah yang Anda gunakan untuk keperluan fotokopi e-KTP secara berulang-ulang.
4. jika Anda sedang mengurus prosedur yang mensyaratkan fotocopy e-KTP dan Anda tidak mempunyai fotocopy e-KTP, maka tanyakan kepada lembaga atau kantor tersebut tentang ketersediaan “card reader” sebagai pembaca data e-KTP yang bisa digunakan sebagai pengganti fotocopy e-KTP. Atau anda berikan saja nama lengkap Anda dan NIK yang ada pada e-KTP Anda. Dan yang terakhir tanyakan kepada lembaga atau kantor tersebut tentang Surat Edaran Mendagri No. 471.13/1826/SJ
5. jika e-KTP sudah terlanjur berulang kali Anda fotokopi, karena ketidaktahuan Anda tentang sosialisasi Surat Edaran Mendagri No. 471.13/1826/SJ tentang Larangan Fotocopy e-KTP, maka ketika Anda harus berurusan dengan hilangnya chip atau rusaknya fisik e-KTP, Anda bisa menghubungi pihak atau lembaga terkait tentang proses pembuatan e-KTP, baik di kantor desa maupun kecamatan.

Demikian beberapa tips atau cara aman memfotocopy e-KTP atau cara menggandakan e-KTP tanpa harus merusak chip dan fisik e-KTP. Semoga bermanfaat.

Leave A Reply