Puisi Cinta

0

loveLangit sore di atas mata ku memandang berawan putih
Menutup senyum matahari yang setulusnya tak pernah memudar
untuk tenggelam sesaat
Sayup suara petir terdengar tanpa terlhat kilat yang mendahului,
karena cahayanya kalah dari kuatnya barisan awan putih itu

Binatang air yang terus menari
dan memanjatkan pujian akan rahmat hujan
semakin mengundang alunan petir untuk lebih keras dari sebelumnya
walau masih belum terlihat kilatnya

Hujan mulai rintik, jatuh & menyentuh permukaan air sungai kecil di depan mataku
Rintikan hujan itu
menciptakan lingkaran-lingkaran Tuhan yang sederhana
namun begitu indahnya

Karena di setiap lingkaran-lingkaran itu
aku melihat ada senyum wajahmu yang tulus dari hati
sehingga membuatku untuk senantiasa merindui.
(cahaya, Puisi Cinta dari Prembun)

Leave A Reply