Keperawanan atau Virginitas

0

KeperawananSepanjang masa kehidupan manusia terutama dalam kehidupan membangun rumah tangga bahagia.Semua manusia menginginkan kebahagiaan yang sempurna bukan kebahagiaan parsial.Kehidupan manusia akan bersifat liar dan bebas tak terkendali jika tanpa aturan nilai yang jelas. Manusia ingin mementingkan kebebasannya sendiri-sendiri. Walaupun tidak ada manusia yang bebas. Orang yang mengaku dirinya bebas tetap saja terikat aturan dengan nama”serba bebas “tersebut. Mereka yang mengaku bebas esensinya dia diperbudak oleh hawa nafsu yang bersembunyi dalam kata “serba bebas”
Tuhan telah memberikan sistem kehidupan yang akan membahagiakan kita jika mengikatkan diri pada batas-batas nilai-nilai moralitas agama kita masing-masing. Maka dalam kehidupan ini sudah ada sistem yang membimbing manusia agar bisa bahagia dalam membentuk rumah tangganya yaitu sistem yang diturunkan Tuhan untuk direalisasikan oleh manusia.

Virginitas atau keperawanan bagi remaja Putri-Gadis-Wanita yang belum menikah adalah sebuah Nilai Kesucian yang harus dijaga sampai dia memasuki kehidupan rumah tangga dan memberikan pertama kali kepada suaminya. Begitu juga remaja Putra-Pemuda-Lelaki yang belum menikah harus menjaga keperjakaannya.
Sebagai sebuah mahkota nilai kesucian yang melekat pada remaja Putri-Gadis-Wanita yang belum menikah maka hal itu merupakan sebuah martabat harga dirinya.
Sungguh memalukan dan bermoralitas rendah jika remaja Putri-Gadis-Wanita yang belum menikah telah hilang keperawanannya akibat free sex ataupun rayuan pacarnya. Derajat wanita yang masih gadis akan turun dan dipandang jelek di hadapan Tuhan dan masyarakat moralis religius jika keperawanan/virginitas sudah hilang dan diobral begitu saja kepada pacarnya.
Bagaimana tidak memalukan? Kesucian yang harus diberikan pada suami saat malam pertama sudah hilang begitu saja oleh pacarnya tanpa takut dosa dan siksa Tuhan.
Perbuatan menghilangkan kesucian/keperawanan/virginitas saat masa-masa pacaran dengan melakukan hubungan seks adalah perbuatan “binatang” yang menjijikan, dosa besar, dan akan mendatangkan keburukan yang tak bisa dihindari.

Virginitas Jaman Modern
Tuhan telah memberikan sistem kehidupan yang lebih baik pada manusia. Namun di jaman sekarang ini telah banyak orang yang terlena dan tenggelam dalam lautan kemaksiatan. Tenggelam dalam limbah kekotoran karena tidak memegang prinsip dan keyakinan yang benar sesuai agamanya masing-masing.
Telah terjadi pergeseran dalam masalah virginitas/keperawanan ini. Banyak orang “NEKAT” yang menganggap keperawanan/virginitas itu tidak penting.
Persoalan ini muncul ketika kaum Fundamentalis Maksiat yang mengatasnamakan materialis dan sekuler mulai berani melawan nilai-nilai agama. Hal ini terjadi di EROPA ketika mereka (kaum Fundamentalis Maksiat) berani melecehkan nilai-nilai agama Kristen. Memang orang kalau sudah dikuasai setan dan hawa nafsu akan liar dan menjadi budak kepentingan nafsu belaka.
Mereka kaum Fundamentalis Maksiat kemudian menyebarkan ajarannya bahwa manusia itu harus bebas tidak boleh terikat nilai-nilai apapun. Akibat dari ajaran kaum Fundamentalis Maksiat itulah muncul perilaku-perilaku menyimpang seperti free sex dan sejenisnya.
Perilaku menyimpang “bermacam-macam” dalam masalah seks tersebut bisa terjadi karena tidak ada kepuasan seks disebabkan menuruti pilihan setan dan hawa nafsu. Perbuatan yang menginginkan kebebasan dalam segala macam tanpa aturan tersebut telah menjadi jalan terkutuk dan perbudakan nafsu.
Keperawanan dan virginitas serta keperjakaan bagi yang masih gadis dan perjaka mengalami penyimpangan akibat ulah kaum Fundamentalis Maksiat tersebut. Hal ini disebabkan promosi besar-besaran yang mereka lakukan melalui media massa baik cetak maupun elektronik.
Yang jelas akibat ulah kaum Fundamentalis Maksiat tersebut timbul penyakit seks yang sebelumnya tidak ada.
Bagi kita sebagai manusia tentu lebih memilih jalan yang mendatangkan kebahagiaan yaitu jalan menurut agama kita masing-masing. Sangat memalukan sekali jika para remaja Putri-Gadis-Wanita yang belum menikah karena terlena/sengaja sehingga kehilangan keperawanan/virginitasnya. Seharusnya remaja Putri-Gadis-Wanita yang belum menikah harus menjadi insan yang mandiri dan mempunyai prinsip yang tegas, memiliki keyakinan yang siap mempertahankan sampai mati soal pentingnya keperawanan ini.
Karena virginitas adalah sebuah nilai kesucian dan martabat harga diri seorang remaja Putri-Gadis-Wanita yang belum menikah.
Memilih jalan yang membahagiakan adalah pilihan yang terbaik yaitu mengikuti moralitas nilai-nilai agamanya masing-masing. Dirangkum dari sini.

Leave A Reply