Fenomena Badai Matahari

0

solar_stormFenomena badai matahari atau yang disebut juga sebagai phenomena of solar storm adalah kondisi dimana matahari menjulurkan lidah api dengan kekuatan yang sangat besar. Badai matahari bisa diartikan juga sebagai kondisi dimana matahari mengeluarkan semburan atau suar matahari (solar flare) yang sangat dahsyat. Kondisi badai matahari adalah ledakan besar di atmosfer matahari yang dapat melepaskan energi sebesar 6 x 1025 joule (dimana 1 joule setara dengan 2.7778×10-7 kwh), sangat besar bukan?  Istilah solar flare ini juga digunakan untuk fenomena yang mirip dan terjadi di bintang lain selain matahari. Semburan matahari pada peristiwa badai matahari ini akan memengaruhi semua lapisan atmosfer matahari (fotosfer, korona dan kromosfer). Kebanyakan semburan badai matahari terjadi di wilayah aktif di sekitar bintik matahari. Semburan matahari pada fenomena badai matahari untuk pertama kalinya diamati oleh seorang ahli astronomi dari Inggris, yang bernama Richard Christopher Carrington pada tahun 1859.

Fenomena badai matahari pertama kali terjadi pada 1859 (pertama kali terjadi dalam arti pertama kali diamati oleh manusia modern), yang diamati oleh Richard Christopher Carrington. Sehingga badai matahari pada tahun 1859 itu sering disebut sebagai Peristiwa Carrington. Menurut pengamatan NASA, badai matahari akan kembali terjadi pada tahun 2012 ini. Badai matahari pada tahun 1859 memperlihatkan semburan matahari terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah pengamatan manusia. Terjadinya badai matahari tersebut pada tanggal 1 sampai 2 September 1859. Kejadian itu memperlihatkan aurora (pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet) dapat dilihat di seluruh dunia, dengan dampak badai matahari adalah sistem telegraf (sistem komunikasi jarak jauh saat itu) di seluruh Eropa dan Amerika Utara mengalami kekacauan, pilon-pilon telegraf mengeluarkan percikan api dan kertas telegraf terbakar, beberapa sistem telegraf masih dapat mengirim dan menerima pesan meskipun telah terputus dari pencatu daya. Dampak badai matahari berikutnya adalah sinar X dan radiasi ultraviolet yang dikeluarkan oleh semburan matahari dapat memengaruhi ionosfer bumi dan mengganggu komunikasi radio.

Fenomena badai matahari 2012 di mulai pada pertengahan Januari 2012, dimana semburan korona matahari diperkirakan akan mencapai kecepatan 2,253 km per detik. Badai matahari ini akan menyentuh lapisan atmosfer bumi, dimana radiasi matahari itu akan berpotensi mengisolasi sistem komputer yang ada pada satelit bumi, mengganggu transmisi radio, merusak sambungan listrik, dan juga akan mempengaruhi manusia yang berada di luar angkasa maupun di ketinggian. Tetapi hal itu tidak akan terjadi secara besar dan massal karena badai matahari belum mencapai puncaknya. Apabila badai matahari itu sudah mencapai puncaknya, akan bisa dibayangkan bagaimana dampaknya atau bahaya badai matahari bagi manusia (diperkirakan badai matahari akan mencapai puncaknya pada awal 2013). Dimana pada tahun 2013 adalah jaman modern yang serba canggih dengan alat-alat kebutuhan primer, alat kerja, alat komunikasi dan fasilitas-fasilitas hidup yang lainnya sebagian besar bersumber pada listrik.

Dampak dari puncak badai matahari 2013 apabila terjadi, maka sebagian besar atau seluruh listrik di bumi ini akan mati. Dampak badai matahari yang lainnya adalah gangguan atau hilangnya sinyal radio, sinyal selular dan telepon, sistem radar, sinyal GPS, dan sinyal-sinyal dari alat telekomunikasi yang lainnya. Sehingga bisa dikatakan, dampak puncak badai matahari 2013 (apabila terjadi) maka bumi ini akan menjadi sunyi dan gelap daripada sebelumnya. Belum tahu secara pasti kapan puncak badai matahari 2013 terjadi, dan belum tahu pula berapa lama waktu puncak badai matahari 2013 akan terjadi.
Demikian, sekilas artikel tentang fenomena badai matahari 2012, semoga bermanfaat dan bisa disikapi dengan waspada tanpa ketakutan yang berlebihan. (acuan : wikipedia)

Leave A Reply